Tidak saya duga sebelumnya, tidak saya duga di 7 tahun yang lalu kalau saya akan kesepian seperti sekarang ini. Bahkan untuk mendapatkan satu orang kawan untuk menemani saya “ngobrol” saja saya kesusahan. Memang, waktu berubah dan mengubah siapapun apapun yang ada didalamnya termasuk saya dan kehidupan saya juga kehidupan mereka. Satu demi satu pergi, satu demi satu hilang dan yang tersisa hanya memori. Memori yang manis dan dengan terpaksa harus saya kubur dalam dalam untuk menghindari sakit hati saya karena sadar kalau memori itu mustahil terulang. Saya sangat marah. Saya sangat emosional. Saya sangat kesepian. Saya manusia biasa.
Salahkah saya apabila saya mengutuk yang namanya Jakarta? semua yang kesana, semua yang dari sana serasa menjadi berbeda dan menyebalkan. Mengais rejeki disana namun hati dan pikiran ada di tempat lain. Tidak bisakah tough dengan apa yang telah dipilih? dan jangan jadi menyebalkan? Saya juga butuh uang, konkrit. Tapi dengan semua daya saya, saya akan mencari tempat lain untuk “mengemis” tapi bukan di Jakarta.
Siapapun yang membaca, aku sedang kesepian. Pernahkah terpikir, semakin tua kita semakin teman yang miliki makin sedikit. Maksud saya, yang benar benar teman. Ataukah itu murni hanya prediksi? Ada yang makin tua makin banyak teman, dengan semua kebaikan yang dia punya. Tapi mungkin untuk orang seperti saya, susah punya teman. Karakter saya susah, sangat susah. Mereka yang tangguhlah yang bisa berteman dengan saya, Mereka yang tidak ikut marah ketika saya marah, tidak ikut diam ketika saya diam tapi ikut tertawa ketika saya berbahagia.
Cina harus menikah dengan Cina, kenapa? Melanjutkan garis keturunan.
Aku sedang tidak berdua.Tapi aku berkomitmen dengan sesuatu, dengan hatiku. Aku tidak boleh mengkhianati hatiku. Aku harus jujur, harus setia, harus apa adanya. Tidak boleh mengingkari apa yang tengah kami rasakan. Apa yang sedang aku rasakan. Kadang kami berdua lelah bersama, sakit bersama, senang bersama tapi beberapa waktu ini, kami belajar untuk tidak hanya berdua. Bertiga, dengan logika. Dia mengajarkan kami tentang kekuatan. Yah, walau tidak semudah ketika kami masih berdua dulu.. kini bertiga aku kewalahan. Aku, hati dan logika. Namun, tetap tidak setia juga. Hatiku kosong, logika yang sedang berpetualang dengan mataku :) Mencoba nakal, lagi.
Hai, apa kabar?
Sehat? Masih antusias? Antusias hidup? :) Bersyukurlah kalau sampai detik ini masih antusias dan terus optimis dalam menjalani kehidupan walau dengan banyak warna. Naik turun, sedih senang, bertemu berpisah, sehat sakit, kaya miskin dan yang lain. Semua pastinya pernah dialami dan pastinya juga akan dihindari bahkan tidak jarang disumpahi agar tidak mengalaminya. Banyak yang dialami, banyak juga usaha atau pertahanan yang dilakukan oleh setiap dari kita. Anda juga kan? Apapun yang dilakukan untuk membuat hidup terus nyaman , serasa sah sah saja. Kata orang tidak boleh, tabu atau apalah.. namun kalau hal tersebut bisa membuat masing masing individu merasa lebih baik, teruskan. Rasanya, semua menjadi halal kalau sudah berbicara tentang kebahagiaan dan kesejahteraan. Jalan saja. Namun, satu hal yang harus terus dan sering diingat.. selalu dekat dengan Allah SWT, Jesus, Sang Hyang Widi atau apalah sebutannya. karna hanya Dia yang setia bersama umatnya walau umatnya sering mencabangkan dia. Goodluck! ;) *sebenarnya tidak rencana menulis ini, maafkan.
My lovely brother Dody Setiawan :)
Manusia bisa berubah tiap detiknya tanpa ada yang tahu termasuk dirinya sendiri. Saya juga. Sepersekian detik saya diselimuti emosi membuncah, tapi seketika juga saya hanyut dalam rasa rindu akan sebuah pelukan. Rasa rindu yang lama saya rasakan, mungkin orang lain juga inginkan. Rasa rindu akan sesuatu yang disebut cinta. Egois namanya kalau saya berani berkata bahwa saya kekurangan cinta padahal saya banyak mendapatkannya dari orang tua dan Tuhan saya. Namun maafkan saya jujur saya masih butuh hal itu :( Keterbatasan rasa ingin tahu saya yang pada akhirnya hanya bisa menyerahkan sepenuhnya pada Tuhan. Kapan saya akan bertemu dengannya. Namun sebelum bertemu dengannya, saya harus lebih dulu berbagi apa yang saya punya kepada makhluk lain, yaitu cinta saya.
In love with this place, Mirota :)
Happy me! :)